Jumat, 25 Mei 2012

Tips Menyuburkan Rambut

0 komentar

Tips Kecantikan kali ini tentang rambut. Banyak orang yang ingin menumbuhkan rambut dengan cepat atau menyuburkan rambut dan bulu lainnya. Banyak faktor yang menyebabkan lebat tidaknya rambut seseorang. Nah, bagi anda yang ingin menumbuhkan rambut dengan cepat, simak artikel ini.

Sebenarnya saya sudah sering memberikan tips-tips seputar rambut, seperti beberapa tips kecantikan rambut berikut (klik pada judul untuk membacanya!):
  1. Penyebab Rambut Rontok.
  2. Cara Menyuburkan Rambut dengan Telur Udang.
  3. Cara Meluruskan Rambut dengan daun seledri.
  4. Cara Menumbuhkan bulu / rambut dengan kemiri.

Bahan:
Pemakaian:
Tips Melebatkan Rambut 2

Bahan:
Pemakaian:

Cara Mengatasi Mual Saat Hamil

0 komentar
Cara Mengatasi Mual Saat Hamil - Rasa mual dan muntah banyak dialami oleh ibu hamil, bahkan rasa mual tersebut sering diisyaratkan sebagai tanda awal kehamilan. 

Keluhan mual dan muntah (morning sickness)umumnya terjadi pada trimester pertamakehamilan, terutama pada kehamilan pertama, dan akan hilang dengan sendirinya seiring memasuki trimster kedua dan ketiga. 
Meski dinilai normal dan wajar, rasa mual saat hamil dapat menghambat aktivitas, bahkan dapat membuat ibu dan janin kekurangan gizi. Karena dalam banyak kasus, calon ibu merasa mual dan muntah saat mencium bau makanan, termasuk nasi. 

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi mual saat hamil ini diantaranya: 

1. Konsumsi Gizi Seimbang
Pilihlah makanan yang tinggi karbohidrat dan protein. Konsumsi juga buah dan sayuran. Makanlah dalam porsi sedikit tapi sering. Hal ini untuk mencegah perut kosong dan mempertahankan kestabilan kadar gula darah. 

2. Bergerak Perlahan
Jangan terburu-buru saat bangun pagi, duduklah terlebih dulu dan perlahan-lahan mulai berdiri.

3. Hindari Pemicu Mual
Setiap ibu hamil memiliki hal-hal tertentu yang dapat memicu mual, seperti parfum atau makanan berbau tajam.

4. Konsumsi Jahe
Untuk pengobatan tradisional, jahe adalah pilihan yang tepat. Konsumsi jahe sesuai selera anda, misalnya dibuat minuman ataupun langsung dikunyah.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, rasa mual saat hamil adalah hal yang normal dan akan menjadi pengalaman tersendiri saat andamengandung.
Semoga bermanfaat


suMber : http://gerry-tk.blogspot.com

Boleh Menghadap Kiblat Ketika Buang Air di WC

0 komentar
Boleh Menghadap Kiblat Ketika Buang Air di WC
Dari Marwan Al Ashfar dia berkata:
رَأَيْتُ ابْنَ عُمَرَ أَنَاخَ رَاحِلَتَهُ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ثُمَّ جَلَسَ يَبُولُ إِلَيْهَا فَقُلْتُ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَلَيْسَ قَدْ نُهِيَ عَنْ هَذَا قَالَ بَلَى إِنَّمَا نُهِيَ عَنْ ذَلِكَ فِي الْفَضَاءِ فَإِذَا كَانَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ الْقِبْلَةِ شَيْءٌ يَسْتُرُكَ فَلَا بَأْسَ
“Saya pernah melihat Ibnu Umar menderumkan untanya menghadap kiblat, lalu dia duduk dan buang air kecil dalam keadaan menghadapnya. Lalu saya bertanya, “Wahai Abu Abdirrahman, bukankah hal ini telah dilarang?” Dia menjawab, “Benar, akan tetapi hal itu dilarang jika dilakukan di tempat terbuka, tapi apabila antara dirimu dan kiblat ada sesuatu yang menutupimu, maka itu tidaklah mengapa.”
Takhrij:
Atsar ini diriwayatkan oleh Abu Daud no. 114, Ibnu Al-Jarud no. 32, Ibnu Khuzaimah no. 60, Ad-Daraquthni (1/58), Al-Hakim no. 551, dan Al-Baihaqi (1/92). Semuanya dari jalan Shafwan bin Isa dari Al-Hasan bin Dzakwan dari Marwan Al-Ashfar dari Ibnu Umar.
Sebab lemahnya atsar ini adalah Al-Hasan bin Dzakwan, berikut komentar para ulama tentangnya:
Yahya bin Main berkata, “Al-Hasan bin Dzakwan, dhaif.”
Abu Hatim Ar-Razi berkata, “Hasan bin Dzakwan, dhaiful hadits, tidak kuat.”
Ali bin Al-Madini berkata tentang gurunya (Yahya Al-Qaththan), “Yahya bin Said meriwayatkan hadits dari Al-Hasan bin Dzakwan, walaupun dia adalah rawi yang dhaif menurutnya.”
Ahmad berkata, “Hadits-haditsna batil.”
An-Nasai berkata, “Tidak kuat.”
Al-Hafizh berkata dalam At-Taqrib, “Jujur tapi banyak bersalah, dituduh berpemahaman Qadariah, dan dia juga seorang mudallis.”
Maka nampak dari keterangan ini bahwa atsar ini lemah dari dua sisi:
1.    Al-Hasan bin Dzakwan adalah rawi yang lemah.
2.    Dia juga seorang mudallis, dan dalam sanad ini dia meriwayatkan dengan lafazh ‘an (dari) yang menunjukkan dia tidak pasti mendengar hadits ini dari gurunya. Dan seorang mudallis jika meriwayatkan dengan lafazh yang tidak pasti dia mendengar atau tidak maka haditsnya tertolak.

Obat Tradisional Penambah Vitalitas Seksual

0 komentar
Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan tubuh yang segar dan kuat dalam kehidupan seksual, terutama kaum pria. Dengan vitalitas yang oke, pria bisa menjadi perkasa dan kuat di ranjang. Sehingga walau setiap hari melaksanakan kegiatan seksual, kesehatannya tidak terganggu serta tubuh tetap segar.

Untuk menambah keharmonisan dalam hubungan suami istri dan supaya pria memiliki vitalitas seksual yang tinggi, anda dapat mempergunakanobat tradisional penambah vitalitas berikut:

Bahan:
- Kuning telur ayam kampung/ bebek (2 butir)
- Buah Petai cina (3 bua)
- Madu murni (1 sendok makan)
- Merica hitam (30 butir)

Pemakaian:
Ambil biji Petai cina yang sebelumnya telah dijemur kering, lalu haluskan. Haluskan juga merica hitam. Campurkan kedua bahan tersebut dengan 3 buah kuning telur. Tambahkan pula madu, lalu aduk sampai rata.

Minumlah ramuan obat tradisional tersebut minimal 3 x seminggu, tanpa menyisakan ampasnya.

Dengan meminum obat penambah vitalitas ini, tubuh anda akan selalu segar dan perkasa, termasuk dalam hubungan suami istri.

Semoga bermanfaat!


sumber : http://gerry-tk.blogspot.com

Herbal Obati Kangker dengan Buah Sirsak

0 komentar

Penyakit kangker menjadi momok banyak orang di seluruh dunia hingga kini. Karena belum banyak obat untuk kangker yang ampuh. Saat banyak penelitian dilakukan untuk menemukan obat kanker terbaik, buah sirsak ternyata bisa sebagai obatkangker yaitu dapat membunuh atau mematikan sel kangker.

Taman Wisata Mekarsari pernah mengadakan demo pengolahan daun sirsak yang diberikan secara gratis kepada pengunjung untuk ke-12 kalinya. Kegiatan bertujuan memberikan informasi bagaimana mengolah sirsak dengan baik untuk dijadikan obat alternatif membunuh sel kanker.

Pada awal 1990-an, ditemukan 34 senyawa Cytotoxic, pada daun sirsak yang mampu menghambat hingga membunuh sel-sel tubuh yang mengalami pertumbuhan tidak normal (sel kanker). Senyawa ini memiliki beberapa keunggulan bila dibandingkan dengan pengobatan kanker saat ini, antara lain membunuh kanker secara efektif dan aman, tanpa menyebabkan rasa mual dan muntah serta tanpa kehilangan berat badan maupun kerontokan rambut dalam jumlah besar.

Daun sirsak diketahui mengandung zat annonaceous acetogenins yang mampu 10.000 kali lebih kuat membunuh sel-sel kanker daripada zat adriamycin, yang biasa dipakai dalam pengobatan kemoterapi. Zat acetogenins dapat membunuh aneka jenis kanker, seperti kanker usus, tiroid, prostat, paru-paru, payudara, dan pankreas bahkan penyakit ambeien tanpa merusak atau mengganggu sel-sel tubuh yang sehat. Hal ini telah diteliti di Laboratorium Health Sciences Institute, Amerika Serikat di bawah pengawasan the National Cancer Institute, Amerika Serikat

"Sebelum memutuskan untuk mengonsumsi olahan daun sirsak sebagai pengobatan terhadap kanker atau tumor, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau herbalis tempat Anda selama ini melakukan pengobatan. Sebab, dikhawatirkan Anda mempunyai alergi terhadap sirsak atau obat yang selama ini Anda konsumsi berefek terbalik dengan senyawa dalam daun sirsak," jelas Stefanus, herbalis dari Herbacure, dalam pemaparannya.

Cara pengolahan

Lebih lanjut, Stefanus dan Darmawan Tri Wibowo, ahli budidaya tanaman sirsak dari Taman Wisata Mekarsari memaparkan cara pengolahan daun sirsak untuk herbal pencegah kanker, berikut ini:

1. Pada pengobatan kanker, daun sirsak (10-1lembar) direbus dengan 3 gelas air (600 cc) hingga tersisa 1 gelas air rebusan. Pada saat merebus sebaiknya menggunakan kendi atau panci yang terbuat dari tanah liat agar kemurnian zat yang ada pada daun sirsak tetap terjaga. Air rebusan diminum selagi hangat setiap hari,  pagi atau sore hari selama 3-4 pekan.
"Perlu diperhatikan, pengambilan daun sirsak sebaiknya dimulai dari daun ke-4 atau ke-dari ujung pucuk. Hal ini dikarenakan pada daun yang terlalu muda, senyawa belum banyak terbentuk. Sementara pada daun yang tua sudah mulai rusak sehingga kadarnya berkurang," terang Darmawan.

2. Selain teknik pengolahan di atas, secara umum terdapat pengolahan lain daun sirsak, yaitu dengan memanfaatkan daun sirsak kering 10-1lembar direbus dengan 2 gelas air (400 cc) sehingga tersisa 1 gelas air rebusan. Proses perebusan membutuhkan waktu 1-1,jam saja, jadi lebih cepat prosesnya dibanding cara di atas. Proses pengeringan sebaiknya tidak dilakukan di bawah sinar matahari terik karena dikhawatirkan akan merusak  senyawa  dalam daun sirsak.

"Daun sirsak kering memiliki senyawa yang tetap sama dengan daun sirsak basah karena yang berkurang dalam proses pengeringan hanya kadar airnya. Sementara, senyawa dalam daun tetap terjaga. Penyimpanan daun sirsak dalam lemari pendingin maksimal sepekan sejak pemetikan karena proses pendinginan yang lama dikhawatirkan akan merusak senyawa dalam daun selain aroma daun yang tidak enak karena proses fermentasi," papar Darmawan.

SUMBER :  http://mantapkopicinto.blogspot.com 

3. Konsumsi daging buah sirsak segar (150-250 gr/hari) dengan mengolahnya menjadi jus atau dimakan langsung sangat disarankan. Daging buah sirsak selain sebagai penambah energi (pada umumnya penderita kanker/tumor kondisi badanya lemas /lesu) juga kaya serat yang sangat membantu proses pengeluaran sel-sel kanker yang telah mati akibat penyembuhan oleh senyawa acetogenins.

Ekskresi sel kanker yang mati  bisa melalui keringat, urine, dan feses sehingga umumnya terapi menggunakan herbal daun sirsak sebagai pengobatan akan berefek hangat/panas pada bagian tubuh yang sakit, sering kencing, dan berkeringat deras. Cepat lambatnya reaksi tubuh terhadap penggobatan atau efek samping pengobatan berbeda pada setiap orang dipengaruhi oleh faktor, seperti usia, ketahanan tubuh penderita, tingkat stadium kanker/tumor, dan jenis kanker atau tumornya.

4. Pengolahan daun sirsak lainnya yaitu dengan cara memblender 3-lembar daun sirsak basah dengan menambahkan ¼ gelas air (50 cc) air hangat untuk membantu proses penghancuran. Sebelum diblender, daun sebaiknya dipotong menjadi 3-4 bagian agar lebih cepat hancur. Setelah hancur, masukkan daun ke wadah dengan penutup rapat, lalu tambahkan 1 gelas air panas ke dalamnya dan aduk sampai rata.
Tutup wadah dengan rapat agar panas tetap terjaga dan proses ekstraksi senyawa dapat maksimal. Biarkan selama 15-20 menit, setelah itu saring olahan untuk diambil airnya dan minum selagi hangat.
Bila tidak ada blender, pengolahan daun sirsak bisa juga dengan cara digerus menggunakan cobek dengan teknik pengolahan yang sama dengan cara diblender.
"Pengolahan dengan cara diblender atau digerus tidaklah semaksimal ekstraksi senyawa daun sirsak dibandingkan dengan teknik pertama (perebusan daun basah) dan teknik kedua (perebusan daun kering), tetapi lebih efisien. Hasil olahan pada kedua teknik umumnya beraroma langu yang cukup menyengat. Untuk menekan aromanya bisa ditambahkan sedikit perasan buah nanas atau buah lain yang lebih disukai. Dan jangan menambahkan gula aren murni, madu, atau gula pasir bila rasanya tidak Anda sukai, karena sudah melalui proses kimiawi," terang Stefanus.

Reaksi pengobatan
Reaksi pengobatan menggunakan olahan daun sirsak umumnya bereaksi setelah 3-7 hari setelah pengobatan secara rutin 3 kali sehari meskipun ada juga yang baru bereaksi setelah 1 bulan konsumsi rutin.
"Bila reaksi tidak ada, cek kembali secara detail, mulai dari pemilihan alat dan bahan, teknik pengambilan daun, cara pengolahan, bahkan teknik konsumsinya apakah rutin atau tidak, karena semua merupakan satu kesatuan yang wajib dipenuhi agar hasilnya maksimal," saran Stefanus.
 

Ka'bah Night | powered by Blogger | created from Minima retouched by ics - id