Selasa, 05 Juni 2012

Daun Cermai Obat Pelangsing Tubuh

0 komentar

Bagi orang-orang super (kelebihan berat badan) ada berita yang memberikan sedikit gambaran yang dapat dijadikan salah satu kiat untuk melakukan pelangsingan tubuh secara alami.
Jika selama ini biasanya mengkonsumsi obat pelangsing yang mengandung bahan kimiawi, kemungkinan akan memperoleh berbagai efek. Selain efek positif, efek negatif pun seringkali dapat terjadi.
Nah, terdapat resep sederhana yang terbuat dari bahan alami bisa untuk di coba. Sebanyak 1 genggam daun ceremai dicuci bersih, kemudian direbus dalam 3 gelas air dengan api kecil hingga tersisa 2 geias. Dinginkan air rebusannya, minum 2 kali sehari.

Segudang Manfaat Dari Tanaman Lidah Mertua (Sansevieria)

0 komentar

Sansevieria atau yang lebih dikenal dengan Lidah Mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.

Sansevieria punya banyak kelebihan, seperti mampu bertahan hidup pada rentang waktu suhu dan cahaya yang sangat luas, sangat resisten terhadap polutan, dan mampu menyerap 107 jenis polutan di daerah padat lalu lintas dan ruangan yang penuh asap rokok dan dapat menyerap radiasi barang elektronik. Beberapa polutan yang di serap oleh Sanseviera.

Buah Sirsak Si Manis Asem Multi Manfaat

0 komentar

Tahu kan buah sirsak, salah satu jenis buah dari berbagai macam buah yang ada dimuka bumi ini. Rasanya manis asem, seperti buah apa ya, ya pokoknya manis asemnya khas buah sirsak. Warna kulit buahnya hijau disaat masih mentah, tapi kalau dah mateng ya agak hijau kekuning-kuningan. Di bagian kulit ada duri-durinya, tapi jangan dibayangkan duri-durinya seperti duri pada buah durian ya, beda banget, bedanya kalau duri pada buah durian kalau kena kulit bisa menyebabkan tergores dan terluka karena tajam dan runcingnya, tapi kalau duri pada buah sirsak nggak sampai menyebabkan luka seperti itu.
Dinegeri kita ini (indonesia maksudnya) buah ini dah umum dengan nama buah sirsak, dan kalaupun ada nama yang berbeda hanya dibeberapa daerah aja, seperti buah sirsak kalau didaerah kelahiran saya namanya buah serengkayo, didaerah lain mungkin beda lagi. Nama latinnya adalah Annona muricata L, pelajaran biologi nih. Setelah air, kandungan gizi yang terbanyak pada buah sirsak ini adalah karbohidrat dan salah satu jenis karbohidrat yang ada pada buah sirsak adalah gula pereduksi (glukosa dan fruktosa), dan buah sirsak ini sangat sedikit sekali mengandung lemak, sehingga nggak perlu khawatir dengan kegemukan banyak makan buah yang satu ini. Sedangkan untuk vitamin, maka vitamin yang paling dominan pada buah ini adalah vitamin C, jadi untuk asupan vitamin C, anda bisa menkomsumsi daging buah sirsak ini. O ya satu lagi yang penting bahwa buah sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan alias tetap awet mudah. Dan kandungan-kandungan lain yang bermanfaat tentunya.
Berbagai manfaat dari buah sirsak antara lain sebagai obat batu empedu, anti sembelit, asam urat, dan meningkatkan nafsu makan. tapi bagi saya manfaat minimalnya adalah bisa memanjakan lidah dengan rasa asem manisnya tersebut. Dan beberapa universitas telah membuktikan beberapa hal tentang buah ini, antara lain bisa menyerang sel kanker dengan aman dan efektif, melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan, meningkatkan energi dan penampilan fisik yang membaik, membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, antara lain kanker usus besar, kanker payudara, prostat, paru-paru dan pankreas, kemudian daya kerjanya 10.000 lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan adriamycin dan terapi kemo yang biasa digunakan, dan satu lagi yang penting adalah buah sirsak tidak seperti kemo, sari buah ini secara selektif hanya membunuh sel-sel yang jahat dan tidak membahayakan sel-sel yang sehat.
Mungkin itu dulu ya tentang buah sirsak, insya Allah nanti kita tambahkan resep-resep pengobatan yang bisa dilakukan dengan buah sirsak ini.

Sumber: http://herbalsehati.com/

Sabtu, 02 Juni 2012

Melihat Laki-laki dari Balik Kerudung . . .

0 komentar

Bolehkah seorang wanita (akhwat) melihat sekumpulan laki-laki dari balik kerudungnya? Mohon jawabannya, jazakumullah khairan.
Akhwat di Kroya
Jawab:
Allah berfirman:
“Katakanlah kepada kaum mukminin, hendaklah mereka menundukkan pandangan-pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengabarkan terhadap apa yang mereka perbuat” (An-Nur: 30)
Rasulullah r bersabda:
“…maka zinanya mata itu adalah dengan memandang…” (HR. Al-Bukhari 11/503 dan Muslim 4/2046)
Ulama sepakat, sebagaimana dinukilkan Al-Imam An-Nawawi t dalam Syarah Muslim bahwasanya memandang laki-laki dengan syahwat haram hukumnya.
Sebagian ulama membolehkan untuk memandang laki-laki secara mutlak. Mereka berdalil dengan kisah ‘Aisyah x yang melihat orang-orang Habasyah yang sedang bermain tombak (perang-perangan) di masjid sampai ia bosan dan berlalu.
Al-Imam An-Nawawi t menjawab dalil mereka ini bahwasanya peristiwa itu mungkin terjadi ketika ‘Aisyah belum baligh.
Namun Al-Hafidz Ibnu Hajar t membantahnya dengan mengatakan ucapan ‘Aisyah bahwa Nabi r menutupinya dengan selendang beliau menunjukkan peristiwa ini terjadi setelah turunnya perintah hijab. (Dan ‘Aisyah dihijabi oleh beliau menunjukkan bahwa ‘Aisyah telah baligh).
Al-Imam An-Nawawi t memberi kemungkinan yang lain, beliau mengatakan: “Dimungkinkan ‘Aisyah hanya memandang kepada permainan tombak mereka bukan memandang wajah-wajah dan tubuh-tubuh mereka. Dan bila pandangan jatuh ke wajah dan tubuh mereka tanpa sengaja bisa segera dipalingkan ke arah lain saat itu juga.” (Lihat Fathul Bari, 2/445)
Dengan demikian, hendaklah seorang wanita memiliki rasa malu dan jangan membiarkan pandangan matanya jatuh kepada sesuatu yang tidak diperkenankan baginya, termasuk memandang laki-laki yang bukan mahramnya.
Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.
(Demikian jawaban ini dinukilkan dari kitab Nashihati Lin Nisa karya Ummu Abdillah Al-Wadi‘iyyah hafizhahallah, putri Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i t)

Lemah Lembut . . . .

0 komentar

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah)

Sepertinya tidak ada orang yang tidak menyukai kelembutan. Orang yang memiliki sikap lemah lembut akan disukai banyak orang. Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk memiliki sikap ini, tidak hanya dalam pergaulan sehari-hari, namun juga ketika berdakwah.
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita menemukan bermacam jenis orang yang memiliki watak berbeda-beda dan tabiat yang beraneka ragam. Ada di antara mereka yang bertabiat kasar, ada yang bertabiat tidak mau tahu, dan ada juga yang bertabiat lemah lembut. Semua ini adalah pemberian Dzat Yang Maha Mengetahui dan Mahabijaksana yang patut kita mengkaji hikmah di dalamnya.
Dengan beragamnya tabiat dan watak itu, kita dituntut oleh agama untuk menjadi yang terbaik dan yang terpuji, menjadi orang yang lemah lembut dalam segala hal. Lemah lembut dalam sikap, tabiat, watak, dalam ucapan, tingkah laku, dan sebagainya.
Rasulullah n bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ نُزِعَ عَنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
“Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya dan tidaklah tercabut dari sesuatu melainkan akan merusaknya.” (Sahih, HR. Muslim dari Aisyah x)
Ciri Khas Pengikut Rasulullah n
Lemah lembut adalah sifat yang terpuji di hadapan Allah l dan Rasul-Nya, bahkan di hadapan seluruh manusia. Fitrah manusia mencintai kelembutan sebagai wujud kasih sayang. Oleh karena itu, Allah l mengingatkan Rasul-Nya n:
“Maka dengan rahmat Allah-lah engkau menjadi lembut terhadap mereka dan jika engkau keras hati niscaya mereka akan lari dari sisimu.” (Ali ‘Imran: 159)
As-Sa’di t dalam tafsirnya mengatakan, “Dengan rahmat Allah l yang diberikan kepadamu dan kepada para sahabatmu, engkau dapat bersikap lemah lembut terhadap mereka, merendah di hadapan mereka, menyayangi mereka, serta kebagusan akhlakmu terhadap mereka. Sehingga mereka mau berkumpul di sisimu, mencintaimu, dan melaksanakan segala apa yang kamu perintahkan. Jika kamu memiliki akhlak yang jelek dan keras niscaya mereka akan menjauhimu, karena yang demikian itu akan menyebabkan mereka lari dan menjadikan mereka murka terhadap orang yang memiliki akhlak yang jelek tersebut.
Jika akhlak yang baik menyertai seorang pemimpin di dunia maka akan menarik/memikat orang-orang menuju agama Allah dan akan menjadikan mereka mencintai agama. Bersamaan dengan itu, pemilik akhlak tersebut akan mendapatkan pujian dan pahala yang khusus.
Jika akhlak yang jelek melekat pada seorang pemuka agama, akan menyebabkan orang lain lari dari agama dan akan membenci agama. Bersamaan dengan itu, dia akan mendapatkan cercaan dan ganjaran dosa yang khusus.
Kalau demikian Allah l mengingatkan Rasul-Nya yang ma’shum (terbebas dari dosa-dosa), maka bagaimana lagi dengan selain beliau (dari kalangan manusia)? Bukankah termasuk kewajiban yang paling wajib untuk mengikuti akhlak Rasulullah n dan bergaul bersama manusia sebagaimana Rasulullah n bersama mereka dengan kelemahlembutan, akhlak yang baik, kasih sayang, dalam rangka melaksanakan perintah-perintah Allah l dan menarik manusia ke dalam agama Allah l?”
Di dalam kitab Bahjatun Nazhirin (1/683) disebutkan, “(Betapa) tingginya kedudukan lemah lembut dibanding akhlak-akhlak terpuji lainnya. Dan orang yang memiliki sifat ini pantas baginya untuk mendapatkan pujian dan pahala yang besar dari Allah l. Bila sifat lemah lembut ini ada pada seseorang dan menghiasi dirinya maka akan menjadi (indah) dalam pandangan manusia dan lebih dari itu dalam pandangan Allah l. Sebaliknya jika memiliki sifat yang kasar, angkuh, dan keras hati niscaya akan menjadikan dirinya jelek dan tercela di hadapan manusia.”
Lemah Lembut dalam Berdakwah
Asy-Syaikh al-Albani t mengatakan bahwa asal di dalam berdakwah adalah lemah lembut. Artinya bahwa dakwah itu dibangun di atas kelemahlembutan meskipun tidak menafikan sifat keras jika memang dibutuhkan. Meletakkan sifat keras pada tempatnya dan sifat lemah lembut pada tempatnya, inilah yang dimaksud dengan firman Allah l:
“Serulah kepada jalan Rabb-mu dengan penuh hikmah.” (an-Nahl: 125)
Keutamaan Sifat Lemah Lembut
1. Sebagai salah satu pemberian Allah l yang sangat berharga di dunia dan di akhirat, berdasarkan firman Allah l:
“Maka dengan rahmat Allah-lah kamu bisa bersikap lemah lembut kepada mereka.” (Ali ‘Imran: 159)
Rasulullah n bersabda:
إِنَّ اللهَ رَفِيْقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ وَيُعْطِي عَلَى الرِّفْقِ مَا لاَ يُعْطِي عَلَى الْعُنْفِ وَمَا لاَ يُعْطِي عَلَى مَا سِوَاهُ
“Sesungguhnya Allah Mahalembut serta mencintai kelembutan, dan Allah memberikan kepada sifat lembut yang tidak diberikan pada sifat kasar dan sifat lainnya.” (Sahih, HR. Muslim no. 2593)
2. Mendapatkan pujian dan kecintaan dari Allah l dan Rasul-Nya n.
Allah l berfirman:
“(Orang-orang yang bertakwa adalah) orang-orang yang menahan marahnya dan memaafkan kesalahan (orang lain). Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali ‘Imran: 134)
Rasulullah n bersabda kepada al-Asyaj Abdul Qais z, “Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang dicintai oleh Allah: lemah lembut dan tidak tergesa-gesa.” (Sahih, HR. Muslim no. 17 dan no. 25)
3. Kelemahlembutan akan menghiasi pemiliknya, sebagaimana dalam riwayat al-Imam Muslim t dari ‘Aisyah x yang tersebut pada awal tulisan.
4. Kelemahlembutan akan mendorong orang lain untuk menerima kita dan dakwah Allah l ini. Sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah z yang dikeluarkan oleh al-Bukhari t dan hadits Anas z yang diriwayatkan oleh Muslim t tentang orang badui yang kencing di dalam masjid, lalu sebagian sahabat segera melarangnya. Namun Rasulullah n memerintahkan para sahabat untuk tidak memutus kencing orang badui tersebut. Setelah selesai kencingnya, barulah Rasulullah n meminta para sahabat menyiram bekas kencing tersebut dan berkata dengan lembut kepada si badui, “Sesungguhnya masjid ini tidaklah diperbolehkan untuk kencing dan tempat membuang kotoran. Masjid hanyalah untuk berzikir kepada Allah, shalat, dan membaca Al-Qur’an.”
Masih banyak lagi keutamaan-keutamaan sifat lemah lembut yang tidak mungkin dibawakan dalam kesempatan ini.
Wallahu a’lam.

 

Ka'bah Night | powered by Blogger | created from Minima retouched by ics - id